Kamis, 31 Januari 2013

Suatu Pilihan Hidup


Pada suatu sore turun hujan lebat dan disertai angin kencang. Saat itu, aku pun terdiam memandang keluar jendela kamarku. Suasana saat hujan bagi sebagian orang merupakan saat yang asyik untuk merenung atau melamun. Melihat hujan yang turun dengan lebatnya aku pun melamun. Dalam lamunanku  aku pun berkhayal seandainya kita bisa diberikan kemampuan untuk menjalani hidup kita secara paralel. Paralel dalam hal ini maksudnya adalah dengan tokoh yang sama tapi kita menjalankan suatu alur yang berbeda sesuai dengan pilihan yang telah kita pilih. Lalu aku pun berkata dalam hati, wah kalau bisa memantau kehidupan paralel kita pasti enak ya, jadi bisa tahu bagaimana kalau dulu kita memilih jalan hidup ini, hidup itu, dan sebagainya. Pilihan hidup itu bermacam-macam, hal yang paling mudah dijadikan contoh yaitu saat pemilihan jurusan waktu sma ataupun saat kuliah. Setiap siswa SMA diberikan pilihan untuk memilih jurusan IPA atau IPS. Saat lulus pun tetap diberikan pilihan untuk memilih jurusan saat kuliah. Setelah lulus kuliah pun bisa memilih jalan hidup sesuai yang diinginkan.
Setiap pilihan yang dipilih pastinya akan menghasilkan ending yang berbeda karena melalui alur yang berbeda. Suatu ending akan tergantung sesuai dengan pilihan yang dipilih. Hal ini seperti dengan saat kita main game, dalam hal ini yaitu game RPG Jepang yang memiliki beberapa alternate ending, yaitu normal ending, good ending, atau bahkan perfect ending tergantung bagaimana kita memilih pilihan yang ada di dalam game itu lalu menjalankannya sampai game itu tamat.
Sesaat aku pun berpikir jika hidup ini seperti game RPG itu pasti akan seru. Kalaupun memilih pilihan yang salah atau tidak enak nantinya masih bisa direload untuk memilih pilihan yang benar. Dalam kenyataannya, hidup di dunia nyata tidaklah seperti hidup di dunia game RPG. Dalam menjalani hidup ini, setiap orang pastinya pernah merasakan suatu hal bahwa apakah jalan hidup yang dipilih itu sudah benar apa tidak. Terlepas pilihan yang kita pilih itu benar atau salah, hidup kita hari ini merupakan hal itu sudah kita pilih sesuai dengan pilihan kita di masa lampau. Tidak seperti di dunia game dimana kita bisa memilih-memilih alur yang ada seenaknya tanpa memperhitungkan resiko yang ada toh kalaupun salah atau tidak enak kan masih bisa direstart semau kita. Seperti kata orang, life is a choice, hidup adalah suatu pilihan.
Terkadang manusia memang tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kurang atas hidup yang telah dijalaninya. Banyak yang tidak sadar bahwa hidup saat ini adalah konsekuensi atas apa yang telah dipilih dimasa lalu. Setiap pilihan yang telah dipilih akan menghasilkan efek masing-masing. Terbesit dalam benakku sepertinya asyik ya jika kita bisa memantau kehidupan paralel kita, jadi kita bisa tahu bagaimana efek sekarang keadaan kita jika dulu memilih pilihan yang berbeda-beda itu. Aku pun sadar bahwa hidup yang telah kupilih merupakan konsekuensi dari pilihanku di masa lalu dan merupakan alur yang terbaik menurut sang pencipta. Sang pencipta tahu pasti bahwa hidup yang kita jalani sekarang merupakan hidup yang paling baik menurut skenario-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya sekarang. Semoga nantinya akan mencapai ending yang ideal seperti dalam dunia game yaitu mencapai perfect ending atau ending yang paling bahagia.

2 komentar:

  1. kisah yang menyentuh hati gan..... di tunggu updatetannya gannn

    BalasHapus
  2. Haha... makasih uda comment gan. Updateannya kapan2 aja ya, lagi gak ada inspirasi buat nulis. :D

    BalasHapus