Pada suatu
sore turun hujan lebat dan disertai angin kencang. Saat itu, aku pun terdiam
memandang keluar jendela kamarku. Suasana saat hujan bagi sebagian orang
merupakan saat yang asyik untuk merenung atau melamun. Melihat hujan yang turun
dengan lebatnya aku pun melamun. Dalam lamunanku aku pun berkhayal seandainya kita bisa
diberikan kemampuan untuk menjalani hidup kita secara paralel. Paralel dalam
hal ini maksudnya adalah dengan tokoh yang sama tapi kita menjalankan suatu
alur yang berbeda sesuai dengan pilihan yang telah kita pilih. Lalu aku pun
berkata dalam hati, wah kalau bisa memantau kehidupan paralel kita pasti enak
ya, jadi bisa tahu bagaimana kalau dulu kita memilih jalan hidup ini, hidup
itu, dan sebagainya. Pilihan hidup itu bermacam-macam, hal yang paling mudah
dijadikan contoh yaitu saat pemilihan jurusan waktu sma ataupun saat kuliah. Setiap
siswa SMA diberikan pilihan untuk memilih jurusan IPA atau IPS. Saat lulus pun
tetap diberikan pilihan untuk memilih jurusan saat kuliah. Setelah lulus kuliah
pun bisa memilih jalan hidup sesuai yang diinginkan.
Setiap pilihan
yang dipilih pastinya akan menghasilkan ending yang berbeda karena melalui alur
yang berbeda. Suatu ending akan tergantung sesuai dengan pilihan yang dipilih. Hal
ini seperti dengan saat kita main game, dalam hal ini yaitu game RPG Jepang
yang memiliki beberapa alternate ending, yaitu normal ending, good ending, atau
bahkan perfect ending tergantung bagaimana kita memilih pilihan yang ada di
dalam game itu lalu menjalankannya sampai game itu tamat.
Sesaat aku pun
berpikir jika hidup ini seperti game RPG itu pasti akan seru. Kalaupun memilih
pilihan yang salah atau tidak enak nantinya masih bisa direload untuk memilih
pilihan yang benar. Dalam kenyataannya, hidup di dunia nyata tidaklah seperti
hidup di dunia game RPG. Dalam menjalani hidup ini, setiap orang pastinya
pernah merasakan suatu hal bahwa apakah jalan hidup yang dipilih itu sudah benar
apa tidak. Terlepas pilihan yang kita pilih itu benar atau salah, hidup kita
hari ini merupakan hal itu sudah kita pilih sesuai dengan pilihan kita di masa
lampau. Tidak seperti di dunia game dimana kita bisa memilih-memilih alur yang
ada seenaknya tanpa memperhitungkan resiko yang ada toh kalaupun salah atau
tidak enak kan masih bisa direstart semau kita. Seperti kata orang, life is a choice, hidup adalah suatu
pilihan.
Terkadang
manusia memang tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kurang atas hidup
yang telah dijalaninya. Banyak yang tidak sadar bahwa hidup saat ini adalah
konsekuensi atas apa yang telah dipilih dimasa lalu. Setiap pilihan yang telah dipilih
akan menghasilkan efek masing-masing. Terbesit dalam benakku sepertinya asyik
ya jika kita bisa memantau kehidupan paralel kita, jadi kita bisa tahu bagaimana
efek sekarang keadaan kita jika dulu memilih pilihan yang berbeda-beda itu. Aku
pun sadar bahwa hidup yang telah kupilih merupakan konsekuensi dari pilihanku
di masa lalu dan merupakan alur yang terbaik menurut sang pencipta. Sang
pencipta tahu pasti bahwa hidup yang kita jalani sekarang merupakan hidup yang
paling baik menurut skenario-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita
bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya sekarang. Semoga nantinya akan
mencapai ending yang ideal seperti dalam dunia game yaitu mencapai perfect
ending atau ending yang paling bahagia.